Buat landing page itu bukan asal-asalan, banyak sebenenarnya teknik atau formula yang bisa digunakan, contoh saja yang paling populer itu ada AIDA (Attention, Interest, Desire, Action).

Tapi kali ini kita tidak akan bahas tentang formula tersebut, karena pada dasarnya formula-formula penjualan itu hampir sama, kita bisa ambil intisari atau DNA dari teknik-teknik tersebut.

Kenapa ini penting, karena agar nantinya kita bisa menyusun sendiri landing page yang baik sesuai dengan kebutuhan atau produk yang kita tawarkan, bukan cuma ikutin formula-formula secara mentah-mentah.

Selain itu, dengan memahami pondasinya, maka sebenenarnya kita sudah memahami fundamentalnya, hal ini bagus banget untuk temen-temen yang mau belajar atau mengembangkan kemampuan digital marketing.

So.. langsung aja kita bahas..

Mengapa Struktur Itu Penting

Dua landing page bisa jual produk yang sama, harga sama, bahkan traffic sama, tapi hasilnya beda jauh.

Kenapa?
Karena struktur.

Landing page yang bagus itu bukan sekadar terlihat menarik, tapi mengikuti cara orang mengambil keputusan: mulai dari sadar masalah, merasa relate, melihat solusi, percaya, lalu akhirnya ambil tindakan.

💡
Prinsip Dasar

Landing page yang convert bukan sekadar jual produk, tapi menjual perubahan dari kondisi sekarang ke kondisi yang diinginkan

Framework 7 Bagian Landing Page yang Convert

1. Hero Section (Bagian Paling Atas)

Ini bagian pertama yang langsung dilihat tanpa scroll.

Harus jelas dan cepat dipahami. Isi utamanya:

  • headline utama
  • penjelasan singkat (subheadline)
  • visual yang relevan
  • tombol CTA

Rumus sederhana headline: [Siapa targetnya] + [Masalahnya] + [Hasil yang diinginkan]

Contoh: "Untuk pemilik restoran yang ingin mengurangi antrian dan meningkatkan kepuasan pelanggan"

Kalau bagian ini gagal, biasanya orang langsung keluar.

2. Problem Section (Masalah)

Setelah menarik perhatian, langkah berikutnya: bikin pengunjung merasa “ini gue banget”.

Tunjukkan kalau masalah mereka benar-benar dipahami.

Bukan cuma disebut, tapi juga “diangkat” emosinya.

Contoh: "Sudah rajin posting di Instagram, tapi penjualan masih naik turun. Tiap akhir bulan tetap khawatir soal pemasukan."

Semakin relate, semakin besar mereka lanjut baca.

3. Solution + Benefit

Baru setelah itu masuk ke solusi.

Tapi ingat: jangan fokus ke fitur, fokus ke manfaat.

Bukan: "Kami menyediakan website dengan CMS"

Tapi: "Kamu bisa update produk langsung dari HP tanpa ribet"

Gunakan poin-poin supaya mudah dibaca.

4. Social Proof

Ini bagian yang sering diremehkan, padahal efeknya besar.

Tampilkan bukti:

  • testimoni
  • hasil nyata
  • studi kasus
  • review pelanggan

Semakin spesifik, semakin kuat.

Kalau ada foto atau video, lebih bagus lagi.

Bisa pelajari juga kepercayaan bisnis online untuk memahami kenapa ini penting.

5. Offer + Pricing

Jelaskan dengan jelas:

  • apa yang didapat
  • isi paketnya
  • harganya (kalau ditampilkan)

Kalau belum mau tampilkan harga, minimal jelaskan value-nya dan arahkan ke CTA konsultasi.

Yang penting: jangan bikin orang bingung.

6. FAQ (Menjawab Keraguan)

Setiap calon pembeli pasti punya pertanyaan.

Daripada nunggu mereka tanya, jawab langsung di sini.

Contoh:

  • berapa lama prosesnya?
  • apakah ada garansi?
  • cocok untuk siapa?

Bagian ini sering jadi penentu orang lanjut atau tidak.

7. Final CTA + Urgency

Penutup harus jelas dan kuat.

Arahkan mereka untuk langsung ambil tindakan.

Tambahkan urgensi kalau perlu:

  • promo terbatas
  • kuota terbatas
  • bonus hari ini

Kalau tidak ada alasan untuk bertindak sekarang, biasanya orang akan menunda (dan akhirnya tidak jadi).

Pelajari juga contoh CTA yang efektif untuk bisnis online.

Gambaran Alur Landing Page

Posisi Bagian Tujuan
Atas Hero Menarik perhatian
Setelah itu Problem Membuat pengunjung merasa relate
Tengah Solution Menawarkan solusi
Setelahnya Social Proof Membangun kepercayaan
Bawah Offer Menjelaskan penawaran
Hampir akhir FAQ Menghilangkan keraguan
Paling bawah CTA Mendorong aksi

Elemen Tambahan yang Bisa Meningkatkan Hasil

Beberapa tambahan kecil yang bisa bikin performa naik:

  • Sticky CTA → tombol yang selalu terlihat saat scroll
  • Popup exit intent → muncul saat mau keluar halaman
  • WhatsApp button / live chat → mempermudah kontak
  • Trust badge → logo pembayaran, sertifikasi, dll

Hal-hal kecil ini sering berdampak besar.

ℹ️
Tips Praktis

Kalau mau mulai optimasi, fokus dulu ke headline dan CTA. Dua bagian ini biasanya punya dampak paling besar ke hasil.

Landing page terbaik bukan yang paling ramai atau paling keren, tapi yang paling jelas dan paling mudah membuat orang ambil keputusan

💬

Mau landing page dengan struktur seperti ini untuk bisnis kamu?

Konsultasi gratis sekarang

Konsultasi Gratis Sekarang

Kesimpulan

Struktur landing page itu bukan soal desain, tapi soal alur berpikir.

Kalau urutannya tepat, pengunjung akan “dibawa” dari sekadar lihat → jadi tertarik → lalu akhirnya ambil tindakan.

Mulai dari framework 7 bagian ini dulu.

Lalu lanjutkan dengan optimasi seperti strategi peningkatan conversion rate supaya hasilnya terus meningkat.

👤
Dengan bantuan AI direview secara ketat oleh
Admin
Admin | Growth Engineer di Xelva.id
Bervisi membantu bisnis lokal Indonesia bertumbuh lewat solusi digital yang tepat guna melalui pendekatan yang tajam dan tepat.